Kamis, 23 Juni 2011

My Love -Part 1-

Aku tidak tahu masih sampai berapa episode ini, jadinya tidak aku tulis berapa shot.hehehehe.
ini sebenarnya adalah karangan lamaku, dulu aku suka banget nulis karangan dengan nama jepang, tapi setahun belakangan ini aku suka banget sama korea...jadinya aku ganti namanya jadi Korea...hehehehe...selamat membaca.
Attention : ini bukan fanfic...^^


[Namaku adalah  Baek Yeo Hee. Aku mempunyai seorang pacar yang sangaaaaaat aku sayang, juga sangat menyayangiku, namanya Joo Won, Kim Joo Won. Kami sama-sama kelas 2 SMA Ourin, tapi kelas kami berbeda, aku di kelas 2-1, sedangkan dia di 2-5. Kami berpacaran sejak acara kelulusan di SMP. Jadi sekarang sudah setahun lebih. Aku benar-benar menyayanginya, tidak ada cowok lain di hatiku selain dia.]




Yeong...ayo pulang.”ajak Joo Won.
“Iya...tunggu sebentar Joong.”kata Yeo Hee kemudian segera membereskan barang-barangnya.
“Cie...cie...setiap hari mesra ya..”goda Yoon.
Yoon. Aku pulang duluan ya.”kata Yeo Hee pada sahabatnya itu.
“Iya...hati-hati.”
Setiap hari Yeo Hee sangat bahagia, karena bisa bersama dengan Joo Won, pacar yang dia sayangi. Mereka memang kadang-kadang bertengkar, tapi itu tidak pernah lama, paling-paling Cuma satu jam dua jam saja.
“Joong, kita beli crepes dulu yuuk.”ajak Yeo Hee.
Nee Yeong..”kata Joo Won sambil tersenyum lembut.
“Joong mau rasa apa?”tanya Yeo Hee.”Lhoh? mana orangnya?”tanya Yeo Hee yang begitu menoleh ke belakang Joo Won sudah tidak ada.
“Cokelat strawberry 1, pisang cokelat 1.”kata Joo Won pada penjualnya.
Ya! aku kan ingin mentraktirmu...”keluh Yeo Hee.
“Tidak apa-apa...aku kan cowok, jadi aku yang harus mentraktir Yeong kan.”kata Joo Won sambil mencubit pipi Yeo Hee.
Ya!!”
“Hahaha..”tawa Joo Won.”Ini”tambahnya sambil memberikan crepes kesukaan pacarnya itu.
Gomawo.”ujar Yeo Hee.”Kita duduk disana yuk.”ajak Yeo Hee sambil menunjuk sebuah bangku taman yang kosong.
Nee.”
Seharian ini Joo Won benar-benar berbeda dari biasanya, Yeo Hee merasa dia menjadi semakin lembut, padahal biasanya tidak seperti ini.
“Ada yang ingin aku bicarakan dengamu Yeong.”
Mwo?”
“Aku...mencalonkan diri sebagai ketua OSIS.”
“Ketua OSIS???? Yang benar??Omo!! Kereeen.”tanya Yeo Hee girang.
“Iya...sebenarnya bukan sepenuhnya kemauanku sich. Kau pernah bilang kalau ketua OSIS itu keren kan...makannya, tidak ada salahnya aku coba.”
“Iya, aku pasti akan mendukungmu!! Aku pasti akan sangat bangga kalau  pacarku jadi ketua OSIS.”
Gomawo Yeong. Aku senang sekali kalau kau mau mendukungku. Aku jadi tambah bersemangat.”kata Joo Won.
Ne...”kata Yeo Hee sambil memegang tangan Joo Won.
Cup...Joo Won mencium pacarnya lembut.
“Eh...?”sentak Yeo Hee kaget.
Gomawoyo Yeong, aku benar-benar beruntung bisa mendapatkan pacar sepertimu..Aku benar-benar tidak bisa kalau kau tidak ada di sampingku..”kata Joo Won lembut sambil membelai rambut Yeo Hee.
Nado..”jawab Yeo Hee malu. Memang sih ini bukan pertama kalinya kami berciuman, tapi tetap saja malu kalau ciumannya mendadak seperti itu.
Joo Won mengantarkan Yeo Hee pulang.
“Besok pagi aku jemput ya.”kata Joo Won.
“Iya, aku tunggu Joong.”balas Yeo Hee sambil masuk ke dalam rumahnya, karena Joo Won tidak akan pulang sebelum Yeo Hee masuk ke dalam rumah.
“Aku pulang.”sapa Yeo Hee.
“Selamat datang, koq telat?”Tanya Mama.
“Tadi beli crepes dulu dengan Joo Won.”

Annyong Appa, Umma, Oppa.”sapa Yeo Hee sambil segera ke meja makan dan mengambil roti bakarnya dan segera memakai sepatunya.
“Yeo Hee, kalau makan itu yang sopan….kau itu kan perempuan..”kata Appa Yeo Hee.
Jooong huhah menghungguhu hi hefan”kata Yeo Hee kemudian segera pergi.[Joong sudah menungguku di depan].”
“Dasar anak itu…sebenarnya perempuan atau laki-laki sih..”omel Appa Yeo Hee.
“Yeo Hee itu perempuan bukan perempuan.”celoteh Yeo Joon.”Aku berangkat.”

Joong!!”teriak Yeo Hee sambil memeluk pacarnya dari belakang.
“Yeong, ayo berangkat.”
“Iya...ohya, hari ini kan pemilihan ketua OSIS. Joong semangat ya!!”seru Yeo Hee menyemangati.
“Iya, charge dulu donk...”pinta Joo Won.
“Dasar genit.”kata Yeo Hee kemudian mencium pipi pacarnya itu.
“Hei-hei, ini di tengah jalan tau.”kata Yeo Joon.
Oppa??!!”sentak Yeo Hee kaget.”Tamat sudah riwayatku...”kata Yeo Hee dalam hati.
“Pagi-pagi sudah panas...”kata Yeo Joon lagi.”Cepat berangkat sana.”
Ne..nee..!”kata Yeo Hee dan Joo Won bersamaan kemudian langsung berlari.
“Dasar anak muda..”
Hari ini adalah hari pemilihan ketua OSIS. Joo Won dan Yeo Hee benar-benar gugup.
“Yeong! Katanya Joo Won mencalonkan diri sebagai ketua OSIS ya??”tanya Yoon.
Nee, waeyo Yoon?”tanya Yeo Hee.
“Kau tidak takut?”tanya Yoon lagi.
“Takut kenapa?”
“Kalau Joo Won jadi ketua OSIS, fansnya pasti bertambah kan...dia pasti juga akan bertambah sibuk. Waktu kalian untuk bersama pasti akan berkurang kan..”
“Benar juga...aku...sama sekali tidak memikirkannya...”sentak Yeo Hee yang baru menyadarinya.”Aku jadi tidak ingin dia jadi ketua OSIS, bagaimana ini...”
“Sekarang sich sudah telat kalau ingin mencegahnya....”
Yeo Hee benar-benar lupa kalau pekerjaan ketua OSIS pasti memakan banyak waktu. Selama ini dia tidak pernah berpisah lama dengan Joo Won, kalau Joo Won sampai jadi ketua OSIS, dia pasti akan kesepian.
“Yeong, dukung aku ya...”kata Joo Won.
“I...i...iya..”
Apa yang dikhawatirkan Yeo Hee jadi kenyataan. Joo Won terpilih menjadi ketua OSIS. Ternyata satu suara saja tidak berguna untuk membatalkan itu semua.
“Yeong!! Yeong!! Aku berhasil lho!!”sorak Joo Won girang pada pacarnya.
“Be...benarkah?? se...selamat ya Joo Won...”
“Yeong,kau kenapa?”tanya Joo Won penasaran.
Ani…aniyo...”
“Bilang saja, ada apa?”tanya Joo Won lagi.
“Kalau...Joong jadi ketua OSIS, pasti akan sibuk...aku...takut kalau kau jadi tidak punya waktu untukku...”jelas Yeo Hee.
“Tenang saja, buatku, Yeong itu yang nomor satu. Tidak ada yang lain...meskipun nantinya aku sibuk...aku tetap akan selalu ada untuk Yeong koq...”bujuk Joo Won.
Jincha??”tanya Yeo Hee serius.
Kure jincha Yeong..”jawab Joo Won kemudian memeluk Yeo Hee.”Aku benar-benar menyayangi Yeong.”
“Aku juga sangat menyayangimu Joong..”
Apa yang tidak diharapkan jadi kenyataan. Memang ketua OSIS itu sibuk, tapi Joo Won sudah berkata seperti itu. Apalagi Yeo Hee itu benar-benar lemah pada kata-kata Joo Won. Dia sangat mempercayai Joo Won.
“Yeong, selamat pagi.”
“Selamat pagi Joo Won.”
“Hari ini pelantikanku sebagai ketua OSIS, aku sangat senang sekali...aku benar-benar tidak menyangka...”
“Iya...aku juga. Tidak kusangka pacarku yang bodoh ini jadi ketua OSIS.hahaha..”canda Yeo Hee.
“Meskipun aku bodoh tapi Yeong tidak bisa berpisah dariku kan.”
Aish..kure.”
“Hahahaha...”tawa Joo Won sambil mengusap-usap rambut Yeo Hee.
“Wah...wah...pagi-pagi sudah panas...”goda Yoon.
Yoon...!!hehehehe.”
“Mau yang lebih panas lagi??”tanya Joo Won sambil memeluk pacarnya dari belakang.
“Dasar kalian ini! Bikin iri saja!”
“Hahaha...wajahmu jadi merah lho..”
Sepertinya tidak ada yang perlu dikhawatirkan, Joo Won masih bersifat sama seperti biasanya. Ini sudah sebulan sejak dilantiknya Joo Won menjadi ketua OSIS yang baru. Tapi keadaannya masih sama. Sampai akhirnya...
“Mulai sekarang tidak bisa berangkat dan pulang bareng???”teriak Yeo Hee tak percaya.
“Iya...maaf ya Yeong, sebentar lagi ada festival budaya, jadi harus dipersiapkan dari sekarang.”
“Tapi masa’ berangkat sama-sama saja tidak bisa??”tanya Yeo Hee ngotot.
“Maaf, mulai besok sampai festival selesai, setiap pagi ada rapat, dan pulang sekolah persiapan untuk aula. Untuk acara utamanya.”
“Aku tidak apa-apa koq berangkat pagi-pagi dan menunggu Joo Won pulang!”kata Yeo Hee.
“Aku tidak ingin merepotkan Yeong...lagipula, kalau Yeong pulangnya telat, Appa pasti cemas kan??”
Ne....”jawab Yeo Hee pelan.
“Maaf ya...aku mohon Yeong mau bersabar sampai festivalnya selesai...”pinta Joo Won.
“Festivalnya masih sebulan lagi Joong...masih lama...kelas kita berbeda, sejak kau jadi ketua OSIS sudah tidak bisa makan siang berdua, sekarang malah tidak bisa berangkat dan pulang sama-sama...”jelas Yeo Hee pelan.
“Yeong...percaya padaku kan?? Aku ingin Yeong selalu mendukungku...”
nee…arasho...aku akan bersabar..”
Gomawoo Yeong..”kata Joo Won kemudian mencium kening Yeo Hee lembut.

“Tidak bisa pulang dan berangkat bareng lagi?”tanya Yoon.
Nee Yoon...selama sebulan ini...pasti hidupku jadi hampa...hanya bisa bertatap muka sebentar..telefon...dan e-mail...”keluh Yeo Hee.
Kau harus bersabar Yeong...selama ini kan kalian selalu bersama...anggap saja ini ujian. Ujian..”Siapa yang cintanya lebih besar.”hehehe.”
“Yah....aku anggap begitu saja...”
“Hei lihat itu Joong!”seru Yoon sambil menunjuk Joo Won yang sedang berada di lapangan.
“Ah iya...kenapa aku merasa Joong semakin keren ya?”tanya Yeo Hee.
“Yang menganggap begitu kau saja tahu!”ejek Yoon.
“Dasar Yoon jelek!”

[Ah...Joong...aku ingin ngobrol...aku kangen...]kata Yeo Hee di teleponnya.
[Maaf Yeong, aku masih di sekolah, persiapannya belum selesai]jawab Joo Won.
[Persiapan terus!persiapan terus! Apa kau ingat kapan terakhir mengirim e-mail atau menelfonku??!]tanya Yeo Hee keras.
[Aku mohon maaf, tapi aku mohon Yeong bisa mengerti keadaanku sekarang...]
[Kenapa harus selalu aku yang mengerti keadaanmu!! Apa Joong mau mengerti bagaimana keinginanku??]
[Yeong benar-benar tidak bisa mengerti keadaanku! Aku sudah meminta untuk bersabar selama sebulan ini kan!!]bentak Joo Won.
[Terserah kau saja!!]
Yeo Hee benar-benar jengkel dengan pacarnya. Sudah seminggu ini Joo Won megurus masalah festival, selama itu pula Yeo Hee tidak pernah ngobrol dengan pacarnya. Paling-paling hanya telefon sebentar, kirim e-mail, atau bertegur sapa saat bertemu di lorong sekolah.
“Marahan lagi dengan Joo Won?”tanya Yoon.
“Iya. Dia itu menyebalkan!!”teriak Yeo Hee.”Lagipula sepertinya...dia lebih senang marahan denganku...jadi tidak harus kirim e-mail atau telefon kan. Jadi dia bisa berkonsentrasi mengerjakan pekerjaan ketua OSIS itu!!”kata Yeo Hee sebal.
“Sabar...sabar...ini masih seminggu lho...masih kurang 3 minggu lagi lho.”
“Iya!!!! Haaaaah!!! Menyebalkan!!!”
“Bagaimana kalau kau mencoba menyibukkan diri?? Supaya tidak kepikiran Joo Won terus kan..”tanya Yoon memberi saran.
“Benar juga. Tapi bagaimana caranya?”tanya Yeo Hee.
“Jadi panitia festival saja.”
“Benar juga..”

“Siapa yang bersedia menjadi panitia festival?”tanya Pak Tamada.
“Saya!!! Saya!!!”seru Yeo Hee.
Baek Yeo Hee? Benar? Biasanya tidak pernah mau...”
“Aku mau!! Aku mau!!”
“Baiklah, sepertinya kau bersemangat sekali. Nah, perwakilan untuk perempuannya Yeo Hee, yang laki-laki?”tanya Pak Lee lagi.
“Saya.”kata Soo Kyung mengajukan diri.

“Hmmm...kenapa Soo Kyung mau menjadi panitia?”tanya Yeo Hee.
“Karena Yeo Hee juga jadi panitia.”jawab Soo Kyung singkat.
“Dasar pembual.”kata Yeo Hee memberi komentar.
“Benar lho, habisnya sejak Yeo Hee pacaran dengan Kim Joo Won, kita jadi jarang ngobrol, padahal sejak TK kita selalu sama-sama.”
“Benar juga ya...hehehe...”
“Yeo Hee sendiri, kenapa jadi panitia?? Biasanya kalau ditunjuk tidak pernah mau kan.”
“Aku ingin menyibukkan diri.”jawab Yeo Hee singkat.
“Kenapa? Apa gara-gara Joo Won jadi ketua OSIS?”tanya Soo Kyung.
“Yah...mungkin juga begitu...habisnya dia sekarang jadi sibuk, tidak memperdulikan aku, padahal sebelumnya dia bilang kalau aku yang nomor 1.”
“Dia sekarang jadi ketua OSIS Yeo Hee...harusnya Yeo Hee bisa mengerti donk...”
“Mungkin memang gampang kalau hanya mengatakannya.”celoteh Yeo Hee sebal.
“Tapi Yeo Hee....kalau dia sibuk...kau ikut-ikutan menyibukkan diri...bagaimana kalian berkomunikasi...?? bagaimana jadinya hubungan kalian nanti??”tanya Soo Kyung.
“Aku tidak tahu...aku hanya tidak ingin memikirkan Joo Won terus...kalau aku memikirkannya terus...dadaku jadi sesak..”
“Ya sudahlah kalau itu sudah menjadi keputusanmu..”
Sebenarnya Soo Kyung menyukai Yeo Hee, sudah sejak lama, sejak SD, mungkin juga sudah sejak TK. Tapi Yeo Hee tidak pernah menyadarai perasaan Soo Kyung. Yeo Hee hanya menganggap Soo Kyung sahabatnya saja. Tiba-tiba Yeo Hee bilang kalau dia pacaran dengan Kim Joo Won, hal itu benar-benar membuat Soo Kyung kacau. Tapi Soo Kyung adalah cowok yang baik, dia merelakan Yeo Hee bersama Kim. Tidak apa-apa, asalkan Yeo Hee bahagia. Soo Kyung tidak pernah mengungkapkan perasaannya pada Yeo Hee.
[Yeong...aku minta maaf...kemarin aku kasar sekali pada Yeong..]itulah e-mail yang dikirimkan oleh Joo Won. Yeo Hee benar-benar senang mendapatkan e-mail dari Joo Won.
[Iya...tidak apa-apa...tapi jangan diulangi lagi]balas Yeo Hee.
[Tapi aku mohon Yeong bersabar...hanya sebulan ini saja...aku mohon..]
[Baiklah...maafkan aku ya...aku terlalu banyak menuntutmu Joong...]
[Iya...tidak apa-apa...Yeong..]
Yeo Hee jadi merasa diperhatikan lagi oleh Joo Won. Dia benar-benar senang, anggapan bahwa Joo Won tidak lagi menomor satukan dia sirna sudah. Hanya dengan 1 e-mail saja Yeo Hee sudah sangat senang. Hanya mendengar suara Joo Won sebentar saja perasaannya sudah sangat tenang. Saat ini dia benar-benar ingin ketemu dengan Joo Won, entah mengapa benar-benar kangen.
Tok
“E....?”sentak Joo Won kaget karena mendengar sesuatu di jendela kamarnya.
Tok.tok
“Siapa sih??”tanya Joo Won penasaran dan kesal smbil membuka korden jendela kamarnya.”Yeong??!!”sentak Joo Won kaget kemudian membuka jendelanya.”Kenapa ada di sini?? Ini kan sudah malam sekali...”tanya Joo Won kemudian memegang pipi Yeo Hee yang dingin terkena angin malam.
“Aku kangen Kim Joo Won....”jawab Yeo Hee kemudian memegangi pipi Joo Won.
“Yeong...”
“Aku...benar-benar ingin bertemu dengan Joong...aku ingin ngobrol banyak...tapi.....”
“Yeong...jangan menangis...aku mohon...aku paling tidak bisa melihat Yeong menangis...”kata Joo Won bingung. Kemudian memeluk Yeo Hee.”Aku...juga sangat merindukan Yeong...”kata Joo Won lagi.
“Joong...”balas Yeo Hee kemudian memejamkan matanya. Mereka berciuman, lama sekali.
Yeo Hee benar-benar bahagia bisa bertemu dengan Joo Won, dia sangat senang. Mishi terus mengingat ciumannya dengan Joo Won. Dia sudah merasa sangat baik meskipun hanya bertemu dengan Joo Won sebentar saja.
“Selamat pagi semuanya!!!!”sapa Yeo Hee semangat.
“Selamat pagi Yeong.”sapa Yoon.
“Ada apa?? Kenapa tampak bahagia sekali??”Tanya Soo Kyung.
Aniyo…tapi mulai sekarang aku sudah bisa lebih tenang. Yosh!! Aku akan mengerjakan tugas kepanitiaan dengan semangat!!!

“Apakah ada usulan apa yang akan kita buat untuk festival tahun ini?”Tanya Yeo Hee.
“Kafe host club!!”teriak Yoon.
Yoon…kalau mau buat kafe host club cowoknya harus ganteng-ganteng kan…lihat kelas kita, memangnya ada yang bisa diharapkan??”Tanya Yeo Hee bercanda.
“Aaah…benar juga, yang ganteng Cuma 2.”
“Apakah ada usulan lain?”Tanya Soo Kyung.
“Rumah hantu!”usul Yucha.
“Dengar-dengar kelas sebelah sudah memutuskan untuk membuat rumah hantu, bagaimana kalau sesuatu yang unik? Apakah ada usulan?”Tanya Soo Kyung lagi.
“Ehmmm….bagaimana kalau membuat photo palace?”Tanya Yeo Hee.
“Photo palace?”Tanya semuanya.
“Iya, kelas kita, kita ubah menjadi studio foto, tapi tidak hanya tempatnya saja, kita juga bisa menyewakan baju, hanbok, gaun pengantin, atau semacamnya.”
“Waah…ide yang bagus. Siapa yang setuju?”Tanya Soo Kyung.”Waaah…semuanya setuju. Baiklah, kita putuskan untuk membuat photo palace.”
“Baiklah, kita bagi menjadi beberapa kelompok untuk mengerjakan photo palace.”kata Yeo Hee.
Yaaah…Yeo Hee benar-benar serius dengan perkataannya, dia benar-benar serius mengerjakan tugasnya sebagai panitia. Dia juga sangat senang, habisnya, kalau ada gaun pengantin, dia juga bias berfoto bersama Joo Won dengan mengenakan gaun pengantin. Selama seminggu ini Yeo Hee benar-benar sibuk, waktunya tinggal seminggu lagi, jadi harus sudah benar-benar dipersiapkan. Tapi selama seminggu ini, ada sesuatu yang mengusik hatinya.
“Apa??”Tanya Yeo Hee kaget.
“Benar lho Yeong, adik kelasku di klub melukis yang mengatakannya.”kata Yoon.
“Tapi…itu tidak mungkin Yoon, Joo Won tidak mungkin seperti itu. Joo Won tidak mungkin mengkhianati aku…”
“Aku mengerti…aku tahu kau sangat menyayangi Joo Won, tapi aku harap sekarang kau tidak terlalu menyayanginya lagi, kalau ternyata gossip itu memang benar, aku tidak mau Yeong sakit hati…”
Nee…”jawab Yeo Hee.
Yeo Hee benar-benar gundah, resah, bingung, sebenarnya gossip itu benar atau tidak, selama satu minggu ini memang dia jadi jarang berhubungan dengan Joo Won, tapi, apa hanya itu alasan Joo Won mengkhianatinya.
“Yeo Hee…bagaimana?? Hari ini jadi belanja?”Tanya Soo Kyung.
“Eh?? Belanja apa?”Tanya Yeo Hee.
“Belanja keperluan untuk interior photo palace.”
“Ah…iya, aku lupa…iya, nanti sepulang sekolah kita belanja.”
Yeo Hee masih memikirkan gossip itu, memang dia sangat mempercayai Joo Won, tapi kata-kata Yoon masih sangat terngiang di benaknya.
“Sudah lengkap semua?”Tanya Soo Kyung.
“Iya.”jawab Yeo Hee pelan kemudian melihat ke sebuah kafe kecil yang manis, pandangannya tertuju pada sebuah meja yang ada di pojokan. Ya, disana ada Joo Won, dan seorang gadis. Yeo Hee memastikannya sekali lagi, apa itu benar-benar Joo Won, kekasihnya. Dan ternyata benar, dia benar-benar Joo Won.
“………”air matanya tiba-tiba menetes, Yeo Hee langsung berlari pergi.
“Yeo Hee!!”panggil Soo Kyung keras, dia ingin mengejar Yeo Hee, tapi bawaannya sangat berat, dia tidak bisa apa-apa.
“Yeong??”Tanya Joo Won kemudian melihat keluar tapi tidak ada siapa-siapa.”Aaah, mungkin Cuma perasaanku saja.”tambahnya dalam hati.
“Ada apa Joo Won-sunbae?”Tanya seorang gadis yang bersamanya.
“Ah tidak, tidak apa-apa…”
Yeo Hee benar-benar tidak tahu apa yang telah terjadi. Kenapa Joo Won ada di sana?? Bukankah dia sibuk mengurusi urusan kepanitiaan?? Tapi kenapa dia ada sebuah kafe?? Kenapa bersama seorang gadis?? Pertanyaan itu terus terngiang di pikiran Yeo Hee, dia benar-benar tidak mengerti apa yang sedang terjadi. Yeo Hee sangat penasaran siapa perempuan itu, kenapa Joo Won ada di sana? Padahal dia tidak pernah ada waktu untuk menghubungi Yeo Hee. Tapi dia terlalu takut, Yeo Hee terlalu takut untuk tahu yang sebenarnya terjadi, dia takut berpisah dengan Joo Won, Yeo Hee masih belum siap berpisah dengan Joo Won.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar