Minggu, 22 Mei 2011

[Three shot]You're the One -Part1-

Maaf untuk sementara belum ada covernya(toh cover bikinanku juga jelek,jadi gak masalah") wkwkwkwkw....disini aku ceritakan ada 2 orang yang meninggal(bukan pemeran utama) yang hadir cuma namanya aja...jadi bagi kalian fans dari tokoh itu, mianhae..jeongmal mianhae..itu cuma penambahan aja.mianhae...dan ingat, ini hanya fanfic..^^


You’re the One

Cast :
Tiffany Hwang a.k.a Hwang Mi Young
Choi Si Won
Cho Kyu Hyun
Kwon Yuri

Sudah hampir satu gelas jus stroberi yang segar itu ia minum, dengan wajah cemberut dia melanjutkan meminum jus stroberinya itu sampai habis tak bersisa. Dia meletakkan gelas jus stroberi yang telah selesai diminumnya itu dengan keras ke atas meja. Terlihat bibirnya masih belepotan karena meminum jusnya itu dengan terburu-buru. Dengan cepat gadis itu mengambil kotak tissue pink berbentuk hello kitty yang ada di sebelah kirinya itu mendekat ke arahnya.  Dia mengambil beberapa lembar tissue dari mulut hello kittynya tersebut lalu mengusapkannkan tissue itu ke mulutnya, menghapus sisa-sisa stroberi yang masih menempel di bibir tipisnya itu.

“Harus berapa lama lagi aku menunggu!!!”teriak gadis itu dengan bahasa korea berlogat amerika itu. Gadis itu segera mengambil kotak tissue kesayangannya tadi dan memasukkannya ke dalam tas yang baru seminggu ia beli. Dia segera memanggil pelayan untuk meminta bill dari jus stroberi yang tadi ia beli dengan mengangkat tanganya. Tak lama kemudian, seorang pelayan pun menghampirinya dan memberikan bill padanya. Gadis itu pun mengeluarkan dompetnya dan membayar apa yang tadi telah ia beli. Setelah selesai membayar, dia pun segera menenteng tasnya dan menarik kopernya menjauh dari mini cafĂ© yang ada di bandara. Dia membelalakkan matanya saat melihat Appan pengumuman, sepertinya ada pengumuman yang mengagetkannya.
Apa-apaan ini..penerbanganku sudah ditunda 4 jam, kenapa masih harus menunggu lagi??!!”omelnya dalam bahasa Inggris. Tiffany melepaskan kacamata hitamnya untuk memastikan apakah dia tidak salah melihat jadwal penerbangan yang diundur lagi selama 1 jam tersebut. Dia langsung menuju pusat informasi untuk menanyakan lebih lanjut tentang jadwal penerbangan ke korea.
Apa-apaan ini, kenapa jadwal penerbangannya ditunda lagi satu jam?”tanya Fany pada seorang karyawan yang bertugas di pusat informasi. Wanita itu tampak sangat gugup menghadapi pertanyaan yang ditujukan kepadanya dengan nada yang sedikit keras, apalagi Tiffany sudah protes sampai 4 kali.
Maaf nona, cuaca sedang tidak menentu..ja…jadi penerbangannya ditunda.”jawab wanita itu dengan gugup.
“Aish…kenapa juga aku ada masalah dengan Appa di saat seperti ini.”protes Fany pada dirinya sendiri. Gadis itu langsung saja pergi dari pusat informasi dan menempati bangku yang kosong di depan pusat informasi yang baru saja dia tinggalkan itu. Gadis itu membuka kacamatanya dengan kesal. Wajah yang biasanya penuh dengan tawa itu sekarang menghilang dan berganti dengan kekesalan yang tiada akhirnya.
“Appa itu apa-apaan! Aku ini sudah besar! Kenapa harus menjodohkanku segala sih! Memangnya aku ini tidak laku apa!”omelnya kesal. Tiffany terus saja mengomel tanpa mempunyai teman bicara tanpa menyadari bahwa ada seseorang yang sedang memperhatikannya sambil tertawa mendengar omelan gadis itu.
“Selalu saja memperlakukan aku seperti anak kecil! Memangnya aku ini jelek apa! Sampai dijodohkan segala! Tanpa bantuan Appa aku juga bisa mencari suami! Aku ini kan cantik!”teriaknya lagi tanpa pedul dengan orang lain, karena dia mengira tak aka nada yang mengerti bahasa korea yang tangah ia gunakan itu.
“Hahaha!”tawa seseorang yang daritadi mengawasi gadis itu, dia tertawa keras karena tidak bisa lagi menahan tawa karena ucapan yang baru saja terlontar dari bibir tipis gadis itu.
“Ya! Kau menertawakanku?!”tanya Fany curiga pada orang yang tadi menertawakannya.
“Ani..aku hanya tertawa mendengar ada seorang gadis korea yang sedang mengomel di Amerika.”kata pria itu menghindar dengan tawa yang masih belum lepas dari bibirnya itu. Ia memegangi perutnya karena terlalu banyak tertawa.
“Ya!!”teriak gadis itu pada pria yang daritadi tak berhenti menertawakannya itu. Gadis itu memelototi pria itu dan menggelembungkan pipinya. Tapi yang terjadi pria itu bukanlah takut dan merasa bersalah, dia malah tertawa tambah keras sampai terjungkal di lantai.
“Hahaha…kau itu lucu sekali..”kata pria itu.”Namaku Cho Kyuhyun.”tambah pria bernama Kyuhyun itu. Dia mengulurkan tangannya pada Fany untuk mengajaknya berkenalan. Tawa lebarnya sudah menghilang dan sekarang sudah berganti dengan senyum tipis yang sangat indah. Tiffany sampai terpesona dengan senyum indah pemuda itu. Tanpa sadar Tiffany pun mengulurkan tangannya menyambut tangan Kyuhyun.
“Tiffany Hwang, aish…selama disini panggilah aku Tiffany, tapi kalau sudah di Korea panggil saja Hwang mi Young.”kata Tiffany memperkenalkan diri.
“Kau lebih suka dipanggil yang mana? Tiff? Fany? Atau Mi Young?”tanya Kyuhyun.
“Terserah kau saja..kau juga mau ke Korea?”tanya Tiffany, dia menyingsingkan lengan jaketnya dan menatap jam tangan berwarna pink yang tengah ia pakai. Jam kesayangan pemberian sang kakak.
“Nee, aku ingin pulang ke Korea.”jawab Kyuhyun masih dengan senyum yang menungging di bibirnya.
“Ehm…”sahut Tiffany pelan, tanpa sadar dia menatap Kyuhyun dari atas sampai bawah, dia sangat terpukau dengan ketampanan pria yang tengah berada di sampingnya dan terlihat lebih muda dari dirinya tersebut. Kyuhyun yang tampak menggunakan kacamata dengan frame hitam itu pun tersenyum melihat Tiffany yang daritadi mengamatinya.
“Kagum pada ketampananku?”tanya Kyuhyun tak berdosa.
“Ne..”jawab Tiffany singkat, tanpa sadar Tiffany mengucapkan hal tersebut.”Ne??! Ani! Aniyo!”tambah Tiffany salah tingkah karena menjawab dengan jujur perkataan dari Kyuhyun tersebut. Kyuhyun pun kembali tertawa melihat wajah Tiffany yang memerah karena malu. Dia pun mengusap rambut Tiffany.”Kau ini memang benar-benar lucu ya..hahaha..”
“Ya!! Jangan perlakukan aku seperti anak kecil! Begini-begini aku sudah berumur 22 tahun! Jadi jangan macam-macam sana noona!”serunya dengan menghadap Kyuhyun. Gadis itu begitu yakin bahwa Kyuhyun lebih muda dari dirinya.
“Omo…22 tahun ya..bagaimana ya…umurku..23 tahun, jadi sudah sepantasnya memperlakukanmu seperti yeodongsaeng..hahaha”
“Ne??!!”teriak Tiffany tak percaya. Dia mengira bahwa pria yang terus menertawakannya itu lebih muda dari dirinya, sekitar 20 tahun, tapi ternyata dia setahun lebih tua daripada dirinya. Tiffany terus saja melongo tak percaya pada apa yang baru saja dikatakan oleh orang yang baru saja dia kenal itu. Kyuhyun tak berhenti tertawa melihat Tiffany yang daritadi menunjukkan berbagai ekspresi di depannya itu. Matanya sampai mengeluarkan air mata karena dari tadi tertawa terus.
“Ya! Ya! Sudah, jangan membuatku tertawa lagi..perutku sakit..hahaha.”tangan Kyu Hyun mengusap air matanya yang keluar karena terlalu banyak tertawa itu. Tiffany hanya melongo karena bingung.
“Sebenarnya apa sih yang kau tertawakan?!”tanya Tiffany heran karena dari tadi teman barunya itu terus menertawakannya. Tiffany terus saja mengomel pada Kyu Hyun sambil memakai kembali kacamata hitamnya untuk menghindari tatapan mata Kyu Hyun yang daritadi membuatnya berdebar, apalagi senyum dan tawa selalu menghiasi wajah rupawan Cho Kyu Hyun. Tak lama berselang, terdengar suara operator yang memberitahukan bahwa penerbangan menuju Korea sudah siap untuk lepas landas. Tiffany pun segera menenteng kembali tasnya dan menarik kopernya ke arah gate yang sudah tertera di tiket yang tadi dia beli. Namun belum sampai lima langkah, Kyu Hyun langsung menarik koper yang dibawa oleh Tiffany tersebut sambil berjalan mendahului gaids itu.
“Sebagai tanda perkenalan.”kata Kyuhyun.
“Ya!”teriak Tiffany geram, tapi kemudian akhirnya hari ini dia menampakkan senyum indahnya.
Selama perjalanan ke Korea, Tiffany begitu kaget bahwa yang berada di sebelahnya itu adalah KyuHyun. Sebenarnya dia cukup senang, karena sejak awal, Tiffany sudah merasa nyaman berada di dekat pria satu itu.
“Sepertinya kita berjodoh.”kata Tiffany bercanda, dia menunggingkan eye-smilenya sambil melirik ke arah Kyu Hyun.
“Nee…mungkin.”jawab Kyu Hyun pelan, sepertinya pria itu tidak terlalu bersemangat membalas candaan dari Tiffany padahal dari tadi dia terus tertawa melihat Tiffany. Tiffany yang sadar akan hal itu pun akhirnya diam, dia lebih memilih untuk mengambil penutup mata berbentuk hello kittynya dan memakainya, kemudian menyandarkan kepalanya ke sandaran kursi pesawat agar dia bisa tidur dengan nyaman. Kyu Hyun hanya tersenyum lirih melihat polah tingkah Tiffany yang lucu saat membenarkan posisi tidurnya.
“Seo Joo Hyun…aku akan kembali ke Korea…”Kata Kyu Hyun pelan, tak menghiraukan Tiffany yang sebenarnya masih tersadar itu.
Selama perjalanan ke Korea, Tiffany hanya menghabiskan waktunya untuk tidur, meskipun sebenarnya dia sudah tidak mengantuk, dia hanya ingin menutup matanya sejenak. Setidaknya, dia ingin mendapatkan ketenangan sejenak sampai akhirnya akan terjadi keramaian lagi saat dia sampai di Korea.
Setelah beberapa jam mengudara, akhirnya pesawat Tiffany pun mendarat di bandara Incheon di Seoul. Tiffany segera keluar dari pesawat, Gadis itu melihat sekeliling dan mendapati Kyu Hyun sudah tidak ada di sekitarnya.
“Ya! Datang tiba-tiba dan menghilang tiba-tiba, aku kan ingin mengucapkan terima kasih dan selamat tinggal.”omelnya seorang diri. Tiffany menghela panjang nafasnya dan kemudian segera turun dari pesawat. Tak lama kemudian dia sudar berada di loby bandara, berjalan begitu cepat untuk segera mencari taxi, dia sudah tak sabar untuk bertemu dengan sahabatnya, TaeYeon dan Yuri.
Tiffany melihat kanan kiri untuk mencari taxi, tapi tak satupun taxi ia temukan.  Gadis itu melepaskan kacamata hitamnya dan kemudian menghela nafas panjang. Gadis itu menyilangkan kedua tangannya dan menghentak-hentakkan kaki kirinya ke lantai, dia sudah tidak sabar lagi, Tiffany pun segera mengambil i-phonenya dan mencoba menghubungi seseorang yang dia kenal untuk menjemputnya di bandara. Belum sampai telfonnya tersambung, tiba-tiba ada yang merampas i-phone yang ada di tangan kanannya itu.
“Ya!”teriak Tiffany kesal dan kemudian langsung berpaling, dia sangat terkejut mendapati seseorang yang tadi merampas i-phonenya adalah orang yang dia kenal, sangat-sangat kenal.
“Oppa!”panggil Tiffany kaget.
“Annyong Jagiya..”kata orang itu mesra, dia pun tersenyum hangat pada Tiffany kemudian melingkarkan tangannya ke leher Tiffany untuk memeluknya. Wajah Tiffany memerah saat pria itu memeluknya dengan hangat dan lembut.
“Ya Oppa! Kenapa Oppa tahu jadwal pendaratanku? Penerbanganku kan ditunda hampir 5 jam!”seru Tiffany tak percaya.
“Itu hal yang sangat gampang dilakukan oleh Choi Si Won, apa saja akan kulakukan untukmu Mi Young.”kata Si Won lagi dan mempererat pelukannya. Setelah itu Si Won, nama kekasih dari Tiffany itu pun melepaskan pelukannya, dia menggenggam erat tangan kiri Tiffany dan tangan kanannya menarik koper Tiffany.
“Gomawoo Oppa.”kata Tiffany senang, gadis itu pun memeluk tangan Si Won erat. Dia merasa sangat beruntung karena mempunyai kekasih seperti Si Won.
Si Won segera memasukkan koper Tiffany ke dalam bagasi mobilnya, kemudian membukakan pintu mobilnya untuk Tiffany dan mempersilahkan Tiffany masuk. Tiffany pun menyambut dengan hangat dan langsung masuk ke dalam mobil kekasihnya itu. Selama perjalanan menuju apartemen Tiffany, Si Won terus saja tersenyum bahagia karena kekasih yang selama ini ia rindukan sekarang berada di sampingnya.
“Ya Oppa! Kenapa Oppa daritadi tersenyum sendirian?”tanya Tiffany heran.
“Ani..aku hanya sangat senang kau sekarang sudah berada di Seoul, aku sangat merindukanmu Youngi.”balas Si Won dengan memanggil nama kesayangan yang dia berikan untuk Tiffany.
“Ya Oppa, tadi aku hampir saja berfikir untuk berselingkuh lho..ada namja yang sangat tampan, namanya Cho KyuHyun…”kata Tiffany bercanda.
Si Won langsung saja terkaget, dia menatap tajam ke arah Tiffany, lalu kemudian tersenyum dan kembali berkonsentrasi mengemudikan mobilnya itu.
“Kau ini..pasti dia tampak lebih muda darimu dan selalu tertawa kan?”tanya Si Won bijak.
“Nee! Darimana Oppa tau?”tanya Tiffany tak percaya.
“Ya! Aku ini sudah menjadi namja chingumu selama 3 tahun, tentu saja aku sudah hafal..”kata Si Won lagi. Tiffany memang seringkali berkata seperti itu, dia memang sering sekali tertarik dengan pria yang lebih muda darinya dan sangat suka tertawa, itu karena Taemin, dongsaeng kesayangannya yang meninggal 3 tahun yang lalu. Saat dia bertemu dengan seorang pria yang terlihat lebih muda darinya dan banyak tertawa, dia teringat dengan Taemin.
“Oppa…aku merindukannya.”kata Tiffany pelan, tak terasa air mata pun menetes di pipinya.
“Ya Youngi..”kata Si Won khawatir, dia langsung menepikan mobilnya untuk menghibur kekasihnya itu.”Gwenchana? jangan menangis..”pinta Si Won, pria itu pun segera mengusap air mata di pipi Tiffany dan memeluknya.”Dia pasti sudah bahagia di sana…”tambah Si Won.
“Nee Oppa…Oppa Saranghae..”kata Tiffany kemudian menyambut pelukan dari Si Won.
“Nado Saranghae Youngi..jeongmal Saranghae..”balas Si Won kemudian mengecup dengan lembut kening Tiffany.
Tiffany adalah gadis yang ceria, tapi setiap kali dia mengingat dongsaeng kesayangannya itu, dia selalu saja menitikkan air mata, dia masih saja teringat saat Taemin bermanja-manja padanya, saat Dongsaengnya itu tertawa lebar, juga masih sangat teringat kata-kata terkahir yang diucapkan oleh Taemin sebelum dia pergi ke alam sana.“Saranghae noona..”itulah kata-kata terakhir yang diucapkan oleh Taemin, kata-kata yang belum sempat dijawab oleh Tiffany.
“Oppa, apa Oppa pikir Taemin merelakanku bersama Oppa? Taemin kan sangat menyayangi noonanya ini..”tanya Tiffany pada Si Won, mencoba untuk bercanda meskipun hatinya masih sangat perih ketika mengingat dongsaengnya itu.
“Aku tidak tahu, semoga saja dia merelakanmu bersamaku…karena aku tidak akan pernah membuatmu menangis, aku akan selalu berusaha untuk membahagiakanmu jagiya...”kata Si Won pelan, dia menatap Tiffany lembut, tatapan yang penuh dengan arti dan ketulusan. Si Won pun mendekatkan wajahnya pada Tiffany dan mencium lembut bibir tipis Tiffany.
Tiffany terhanyut pada kelembutan dan ketulusan Si Won yang senantiasa setia dan selalu membuatnya bahagia itu. Selama tiga tahun berpacaran dengan Si Won, tak pernah sekalipun pria itu membuatnya menitikkan air mata kesedihan, Si Won selalu saja membuat Tiffany mengeluarkan air mata bahagia.
Tak lama berselang, mereka pun sampai di apartemen yang sudah satu bulan ini ditinggalkan oleh Tiffany karena gadis itu pulang kampong ke Amerika untuk mengunjungi Appanya tercinta, tapi setelah berada di sana, dia malah mendapati Appanya berencana untuk menjodohkannya.
“Ah!”teriak Tiffany yang baru saja masuk ke dalam apartemennya dan belum sempat menutup pintu apartementnya itu. Si Won yang masih berada di luar langsung saja masuk dan menghampiri Tiffany, mencari tahu apakah yang sedang terjadi.
“Wae??!”tanya Si Won khawatir.
“Ani…Aniyo…besok aku ingin bicara dengan Oppa. Nanti aku telfon ya Oppa.”kata Tiffany menenangkan kekasihnya yang terlihat sangat khawatir mendengar teriakannya itu.
“Jangan..biar aku saja yang menelfonmu...selamat malam Youngi. Saranghae..”kata Si Won hangat kemudian menutup pintu apartement Tiffany pelan.
Tiffany langsung saja menghamburkan tubuhnya ke atas kasur empuk yang sudah satu bulan ia tinggalkan. Dia langsung mengambil boneka hello kitty pemberian Si Won yang berada di dekat bantalnya, Tiffany memeluk boneka itu dengan erat. Dilihatnya frame foto yang berada di meja di samping kasur tempatnya tidur. Di meja itu banyak sekali foto, ada foto Tiffany bersama Si Won, Tiffany bersama sahabat-sahabatnya, Tiffany bersama keluarganya, dan terakhir fotonya bersama dongsaengnya, Taemin. Tiffany mengambil fotonya bersama dengan Taemin, foto itu terus saja mengingatkannya pada Taemin, mengingatkannya pada kecelakaan Taemin yang disebabkan oleh dirinya.

-Flashback-
“Taeminnie…Si Won Oppa..ingin aku jadi pacarnya.”kata Tiffany pada Taemin. Gadis itu dengan ragu-ragu mengatakan hal itu pada Dongsaeng kesayangannya melalui telfon.
“WAE???!!”Tanya Taemin tak percaya. Dia langsung saja menyemburkan orange jus yang baru saja dia teguk.
“Aku harus menjawab bagaimana?aku sangat gugup..”tanya Tiffany lagi pada Taemin. Gadis itu terlihat sangat gugup.
“Tolak saja!”teriak Taemin pada Tiffany. Taemin sangat kelabakan mendengar gadis yang ia sayang itu akan segera menjadi pacar orang lain.
“Wae?! Ya! Taeminnie, kau kan tahu aku juga menyukai Si Won Oppa!”teriak Tiffany pada Taemin.
“Pokoknya aku tidak setuju kalau Noona berpacaran dengan Si Won Hyung!”
“Wae?! Wae?! Kau tidak suka noonamu ini bahagia ya?!”tanya Tiffany.
“Aniyo..aku ingin Noona bahagia..tapi..bukan Si Won hyung yang bisa membahagiakanmu… tapi..tapi..”kata Taemin terputus.
“Apa? Kau mau bicara apa?”tanya Tiffany.
“Aish..aku akan kesana! Pokoknya tunggu aku!”
Taemin langsung saja mengemudikan motornya dengan kencang, dia lupa untuk memakai helmnya karena hatinya sangat kalut mendengar gadis idamannya akan berpacaran dengan orang lain. Poninya yang panjang kadang-kadang menutupi pandangannya, saat dia berusaha untuk menyibakkan poninya, ada sebuah truk yang melaju sangat kencang dari arah yang berlawanan. Kecelakaan pun tak terhindari. Dan karena itulah, Taemin menghembuskan nafas terakhirnya setelah dia mengungkapkan cintanya pada Tiffany.
-Flashback end-

Sebenarnya kecelakaan yang menimpa Taemin bukanlah kesalahan dari Tiffany, tapi dia menganggap bahwa itu adalah kesalahannya karena saat itu Taemin berniat untuk bertemu dengan dirinya.
Tiffany memeluk fotonya yang sedang bersama dengan Dongsaengnya itu erat, air matanya menitik lagi dan kemudian terlelap dalam gelapnya malam.
Beberapa kali i-phone Tiffany berbunyi, telfon dari Si Won, Tiffany yang sudah terlelap itu pun tidak mengangkat telfonnya. Si Won menghubunginya beberapa kali, tapi tak satu pun yang diangkat. Akhirnya Si Won pun mengirimkan pesan pada Tiffany.
Sinar mentari yang hangat itu masuk ke dalam kamar apartemen Tiffany melalui celah-celah kecil di jendela Tiffany. Cahaya itu tepat mengenai wajah Tiffany, gadis itu pun merasa risih dan akhirnya terbangun dari mimpi indahnya. Rambutnya berantakan, matanya masih sayu, sepertinya dia masih terlalu malas untuk mengawali harinya. Dia langsung membuka jendela kamarnya dan meregangkan otot-otonya yang kaku karena kebanyakan tidur.
“Good Morning Seoul..”kata Tiffany, dia menggaruk-garuk rambutnya. Gadis itu menguap sangat lebar, tangannya mengambil i-phone yang berada di meja dekat tempat tidurnya itu. Matanya terbelalak melihat banyak sekali panggilan dan juga pesan dari Si Won. Dia membuka pesan dari Si Won dan kemudian tersenyum simpul. Dia langsung saja menekan tanda telfon di layar touchscreen i-phonenya. Tak sampai nada sambung ke-tiga, Si Won lsudah mengangkat telfon dari Tiffany.
“Selamat pagi Oppa..”sapa Tiffany.
“Selamat pagi, kemarin kau tertidur ya?”tanya Si Won sambil menyuapi mulutnya dengan roti bakar dengan selai cokelat di atasnya.
“Iya Oppa…maaf aku tidak mengangkat telfon dari Oppa…”
“Ani..Aniyo…kau pasti capek kan jagiya? Ohya, kemarin kau ingin membicarakan apa denganku?”tanya Si Won sambil memasukkan roti bakar terakhir ke mulutnya, kemudian dia mengambil segelas orange juice yangbberada di dekat piring roti dan meminumnya.
“Eh..eh...itu..alasan kepulanganku yang mendadak ke Korea..”jelas Tiffany terbata-bata.
“Aaah..iya, aku kaget sekali waktu kau menelfon sudah ada di bandara. Padahal rencananya kau disana selama 2 bulan.”
“Nee..nanti saja kita bicarakan, Oppa hari ini ada kerjaan?”tanya Tiffany pada kekasih kesayangannya yang seorang model itu.
“Ani..besok baru ada pemotretan lagi, di kantor juga tidak ada, semua sudah kuserahkan pada Eunhyuk. Mau mengajakku kencan ya?”tanya Si Won, dia tersenyum malu-malu karena sebenarnya dia sengaja mengosongkan jadwal karena kekasihnya pulang.
“Nee…ingin membicarakan hal itu pada Oppa. Ah Oppa!!”kata-kata Tiffany tiba-tiba meninggi. Dia terkaget pada sesuatu.
“Wae??”tanya Si Won cepat.
“Aaah…perutku lapar.hehehe, aku makan dulu ya Oppa…ohya, nanti ketemu di Seonyudo park ya Oppa..jam 10.okey?”tanya Tiffany, belum sempat dia mendengar jawaban dari Si Won, dia sudah menutup telfonnya. Tiffany segera ke dapur dan mencari sesuatu untuk dimakan, tapi dia melupakan sesuatu.
“Ya! Babo Tiffany. Aku kan sudah meninggalkan apartemen ini selama sebulan, tentu saja tidak ada yang bisa dimakan. Aish..”kata Tiffany seorang diri kemudian dia segera mengambil hoodie berwarna pink dan segera memakainya. Tak lupa dia juga mengambil tas ransel kecil berwarna ungu kemudian langsung keluar dari apartemennya untuk membeli sesuatu.
Dia berjalan-jalan di sekitar apartemennya, melihat-lihat sekitar untuk mencari sesuatu yang disukainya. Dia menghirup dalam udara Seoul yang sangat berbeda dengan udara di Amerika. Begitu nyaman dan sejuk, Tiffany membentangkan kedua tangannya untuk merasakan kesejukan Seoul. Dia berjalan menyusuri trotoar sambil bernyanyi riang. Tiba-tiba saja Tiffany berhenti dan melihat kea rah toko bunga, ada buka favoritnya disana. Tiffany langsung saja menuju toko bunga yang ada di seberang jalan itu untuk membeli beberapa tangkai bunga lily.
“Ahjumma…aku mau bunga lily nya ya..”kata Tiffany pada ahjumma penjual bunga.
“Nee…mau berapa tangkai nona?”tanya Ahjumma itu.
“Ehm…5 saja.”kata Tiffany, lalu dia segera melihat kea rah lain, mencari apakah ada bunga lain yang ia beli, tapi dia kaget begitu melihat sosok yang juga tengah membeli bunga disana.
“Ya! Cho Kyu Hyun Oppa!”seru Tiffany sambil menepuk pundak pria itu dari belakang. Pria itu pun menengok dan kaget saat melihat Tiffany.
“Fany ah..”panggil Kyu Hyun. Kyu Hyun tampak sangat keren menggunakan jaket berwarna hitam dan juga kemeja berwarna putih. Kacamata berframe hitam itu pun tak lupa dipakainya, dia membawa seikat lily putih dan juga beberapa bungkusan lainnya. Seperti mau piknik.
“Oppa mau kemana? Piknik bersama pacar Oppa ya?”tanya Tiffany asal. Dia tak menatap wajah Kyuhyun, gadis itu segera mengambil lily putih yang tadi dia beli dari ahjumma.
“Nee…kau mau ikut?”tanya Kyu Hyun. Kyu Hyun langsung saja menarik tangan Tiffany meskipun gadis itu belum mengiyakan.
“Ya Oppa!!”teriak Tiffany kaget.
Kyu Hyun masih saja menyeret Tiffany untuk masuk ke dalam mobilnya, dia mempersilahkan gadis itu untuk masuk. Tiffany benar-benar tidak mengerti dengan Kyu Hyun, kenapa dia mengajak gadis lain kalau dia mau bertemu dengan kekasihnya. Tiffany pun mencoba menanyakan itu pada KyuHyun, tapi pria itu tak menjawab, dia hanya tersenyum sebentar, kemudian raut wajahnya terlihat seidh lagi. Tiffany pun hanya bisa terdiam melihat orang yang seperti dongsaengnya itu hanya terdiam membisu, tawanya kemarin sudah tak terdengar lagi.
“Ya Kyu Hyun Oppa! Kita ini mau kemana? Daritadi kau hanya menjawab dengan senyuman saja..aku ini lapar tahu…aku belum sarapan…monster di perutku sudah protes daritadi..”kata Tiffany mencoba merajuk untuk dipulangkan.
“Hahaha…kau sama sekali tidak berubah ya Fany-ah..”tawa Kyu Hyun. Tiffany sedikit gembira melihat tawa Kyu Hyun, dia merasa Kyu Hyun kembali menjadi seperti saat mereka bertemu untuk pertama kalinya.”Kita akan menemui Joo Hyun.”tambah Kyu Hyun lagi. Tapi setelah itu dia diam membisu, sampai akhirnya kami sampai di tempat Joo Hyun, tempat yang sama sekali tak pernah aku duga sebelumnya.
“Oppa..”panggil Tiffany pelan. Dia masih belum bisa percaya bahwa Kyu Hyun membawanya ke tempat yang sangat hening. Ke sebuah makam di bukit yang rindang, disana hanya ada satu makam saja. Di makam itu tertampang sebuah foto gadis cantik berambut panjang yang tengah tersenyum. Di nisan makan itu tertulis nama “Seo Joo Hyun”.
“Jadi..Joo Hyun yang dimaksudkan Kyu Hyun Oppa adalah gadis ini…”kata Tiffany dalam hati. Dia sama sekali tidak berani menatap Kyu Hyun, dia merasa telah menyakiti hati Kyu Hyun karena omongannya yang asal tadi. Kyu Hyun mendekat ke arah makam itu, dia meletakkan bunga lily yang tadi dia beli ke depan foto Joo Hyun. Dia juga menuangkan anggur ke dalam gelas dan meletakkannya lagi ke depan foto Joo Hyun. Kyu Hyun pun meletakkan beberapa kue, sepertinya itu adalah kue kesukaan Joo Hyun. Namja itu pun duduk di depan makam Joo Hyun. Untuk beberapa waktu, tak ada suara sedikitpun dari namja dan juga yeoja yang sedang berada di sana itu. Yang terdengar hanyalah semilir angin dan juga kicau burung yang sangat merdu.
“Joo Hyun, aku sudah kembali ke Korea…maafkan aku karena sudah lama tidak berkunjung kesini, bukannya aku lupa padamu..tapi karena belum ada waktu yang tepat..”kata Kyu Hyun panjang lebar sambil menatap foto gadis itu.
“Joo Hyun…aku masih mencintaimu..aku masih melihat senyumanmu..aku juga masih mendengar tawamu..maafkan aku karena permintaan terakhirmu masih belum bisa kupenuhi…aku masih sangat mencintaimu…maafkan aku Joo Hyun..tunggulah sebentar lagi..aku pasti memenuhi permintaan terakhirmu..”tambah Kyu Hyun. Namja itu tampak meneteskan air mata. Wajahnya terlihat sangat sedih saat menatap foto Joo Hyun. Tiffany tidak bisa apa-apa, dia tidak bisa berkata apa-apa, dia juga tidak bisa menghentikan tangisan Kyu Hyun, akhirnya Tiffany pun meninggalkan Kyu Hyun.
“Aku rasa Oppa membutuhkan waktu untuk berbicara dengan Seo Joo Hyun..”kata Tiffany dalam hati, kemudian dia pun segera pergi ke mobil Kyu Hyun.
Setelah 15 menit, akhirnya Kyu Hyun pun kembali. Air mata yang tadi membasahi pipinya sekarang sudah tak ada lagi. Tiffany hanya menyambut kedatangan Kyu Hyun dengan senyumannya yang indah. Kyu Hyun pun membalas senyuman Tiffany, namja itu membukakan pintu untuk Tiffany, dan mereka kembali ke Seoul, tanpa sepatah kata apapun.
KRUYUUUK
Perut Tiffany yang dari tadi minta diisi pun akhirnya meramaikan keadaan. Kyu Hyun yang mendengar suara perut Tiffany pun tertawa.
“Hahaha…ternyata suara perutmu nyaring juga ya.”canda Kyu Hyun.
“Ya! Jangan mengejekku! Kan dari awal aku juga sudah bilang kalau aku belum sarapan!”teriak Tiffany malu.
“Baiklah, kita makan dulu.”kata Kyu Hyun mencoba membujuk Tiffany yang sepertinya sedang kesal.
“Ani…Ani..pulangkan aku saja, sekarang sudah jam 9, aku ada janji dengan seseorang jam 10.”kata Tiffany menolak ajakan Kyu Hyun.
“Okey.”jawab Kyu Hyun singkat.
Tiffany pun segera keluar saat mobil Kyu Hyun berhenti tepat di depan pintu masuk apartement Tiffany. Gadis itu segera melambaikan tangannya pada Kyu Hyun dan segera berlari masuk. Kyu Hyun pun hanya bisa tersenyum dan segera melajukan lagi mobil hitamnya itu.
Tiffany langsung saja menghubungi Si Won untuk mengabarkan keterlambatannya itu.
“Oppa, aku akan sedikit terlambat.mianhae.”itulah pesan singkat yang dikirmkan oleh Tiffany untuk namja chingunya itu.
Sekitar pukul 10.25 Tiffany baru sampai di Seonyudo park. Taman yang sangat indah di kota Seoul bagian barat itu. Dia segera mencari-cari i-phonenya untuk menghubungi Si Won dan menanyakan dimakanah pria itu sekarang.
“Yobuseo, Oppa?!”panggil Tiffany dengan nafas yang terengah-engah.
“Wae?”jawab Si Won sambil menepuk pundak Tiffany dari belakang.
“Oppa! Apa Oppa punya kebiasaan membuatku kaget?”tanya Tiffany kesal.
“Hahaha…ani…Youngi, kau belum sarapan kan?”tanya Si Won sambil menyerahkan sebuah bungkusan pada gadis itu.
“Mwo? Bagaimana Oppa bisa tahu?”tanya Tiffany pada kekasihnya itu, dia langsung saja mengambil sebuah burger dari dalam bungkusan yang tadi diberikan oleh Si Won. Gaids itu segera melahapnya dengan rakus, karena perutnya memang sudah tidak kuat lagi menahan rasa lapar.
“Haha…dasar Hwang Mi Young, Ya! Pelan-pelan makannya!”kata Si Won. Tiffany hanya tersenyum simpul dan melanjutkan menyuapi mulutnya dengan burger. Si Won hanya tersenyum dan memeluk pundak Tiffany kemudian menuntunnya masuk ke dalam Seonyudo park. Si Won melihat sebuah bangku kosong dan menggandeng tangan kekasihnya itu untuk duduk disana. Untuk sementara waktu Si Won hanya terdiam melihat Tiffany yang makan dengan lahap, sesekali pria itu pun tersneyum melihat Tiffany. Akhirnya, Tiffany oun memasukkan potongan terkahir burgernya dan kemudian meminum cola yang diberikan oleh Si Won.
“Haaah…lega sekali rasanya. Thank You Oppa.”kata Tiffany berterima kasih pada kekasihnya.
“Nee..Gwenchana. Youngi, kau ingin bicara apa padaku?”tanya Si Won mengingatkan.
Tiffany kaget karena diingatkan oleh Si Won, dia langsung saja tersedak mendengar kata-kata Si Won.
“Ya! Gwenchana??”tanya Si Won lagi.
“Ne..ne…Gwenchana..”kata Tiffany pada kekasihnya. Gadis itu mengambil nafas panjang untuk mencoba mengatakan apa yang ingin ia katakan dari kemarin. Sesuatu yang membuatnya bertengkar dengan Appanya, juga sesuatu yang membuatnya pulang sebulan lebih cepat dari jadwal.
“Appa…ingin menjodohkanku.” Kata Tiffany pelan.
“Mwo??!!!”teriak Si Won keras. Dia benar-benar tidak percaya pada apa yang tengah dibicarakan oleh kekasihnya itu.
“Iya..Appa…menyuruhku untuk pulang kesana selama 2 bulan, karena ingin menjodohkanku…makannya aku langsung marah dan pulang.”tambah Tiffany.
“Ya Youngi…apa kau tidak pernah membicarakanku pada Appamu?”tanya Si Won sedikit emosi.
“Sering..aku sudah sering membicarakan tentang Oppa…tapi…Appa…tidak suka aku berhubungan dengan seorang model..padahal model…adalah impian Oppa kan..”kata Tiffany menjelaskan.
“Aish…Gwenchana…aku bisa membuang impianku untukmu.”kata Si Won pelan, pria itu tampak menghela nafasnya saat mengambil keputusan untuk membuang mimpinya.
“Ani! Ani! Aku tidak mau karena aku Oppa membuang mimpi Oppa…aku akan berusaha meyakinkan Appa..Oppa..tunggu ya.”kata Tiffany, gadis itu memegang tangan Si Won dengan lembut. Si Won pun membalasnya, dia menggenggam erat tangan Tiffany, tangan gadis yang sangat dia cintai.  Selama beberapa saat, mereka terdiam. Hanya saling tersenyum satu sama lain.


Tiffany yang baru saja menidurkan kepalanya ke bantal pun langsung terbangun saat mendengar suara bel yang daritadi terdengar dari pintu apartementnya. Gadis itu melangkah menuju pintu depan dengan gontai, wajahnya terlihat sangat mengantuk karena telah lembur mengetik naskah novel inggrisnya. Rambutnya acak-acakan, dia juga hanya mengenakan piyama berwarna pink kesayangannya. Gadis itu terus saja menggerutu tapi tetap berjalan kea rah pintu.
“Siapa sih bertamu pagi-pagi begini?”tanya Tiffany sambil menguap, matanya yang sayu itu menunjukkan bahwa dirinya benar-benar sangat mengantuk. Gadis itu segera membuka pintu apartementnya perlahan.”Siapa?”tanyanya.
“Annyong..”sapa seseorang dari balik pintu.
“Oppa!”teriak Tiffany kaget. Orang itu hanya tertawa melihat keadaan Tiffany yang masih sangat berantakan.
“Ya! Lihat keadaanmu itu…apa seperti keadaan seorang wanita di pagi hari?”tanya pria itu lagi.
“Ya! Bagaimana Oppa bisa disini??!!”tanya Tiffany keras sambil merapikan rambutnya dengan jari.
“Mulai sekarang aku jadi tetanggamu lho..Fany-ah.”kata pria itu lagi. Dari kata-katanya saat memanggil Tiffany, sudah langsung tertebak dia siapa, ya dia adalah Cho KyuHyun.
“Tapi..tapi..bagaimana Oppa tahu kalau aku tinggal disini??”tanya Tiffany gelagapan karena dia terlalu kaget dengan tetangga barunya itu.
“Aa…aku belum meberitahumu ya…aku ini calon tunanganmu lho.”
               “Mwo??!!!!!”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar